Berita Terbaru
Loading...
04 September, 2015

PERTEMUAN PERENCANAAN DAN EVALUASI PENINGKATAN KELANGSUNGAN DAN KWALITAS HIDUP BAYI DAN BALITA TERINTEGRASI TINGKAT PROVINSI TAHUN 2015

Bidang Kesehatan Keluarga Dan Gizi (KESGA-GIZI) Dinas Kesehatan Provinsi Sulut melalui Seksi Anak dan Remaja kembali menggelar acara pertemuan "Perencanaan dan Evaluasi Peningkatan Kelangsungan Dan Kwalitas Hidup Bayi dan Balita Terintegrasi Tingkat Provinsi Tahun 2015" di Hotel Sahid Teling Manado dimulai sejak tanggal 1 sampai dengan tanggal 4 September 2015.
Kegiatan pertemuan ini melibatkan semua Kepala Bidang Dinas Kesehatan yang membawahi kesehatan anak dan remaja di 15 kabupeten/kota di prov Sulut, serta instansi terkait seperti BKKBN Prov Sulut, Bappeda Prov Sulut, Tim penggertak PKK Prov Sulut, organisasi profesi Bidan (IBI) Sulut dan Manado,  PPNI Sulut dan Manado, Poltekes Manado, serta lintas program seperti Bidang Promkes, UPK, PMK, UPTD Balai Data, Subbag Perencanaan Dinkes Sulut, Seksi Ibu serta Seksi Perbaikan Gizi.
Upaya kesehatan bayi dan balita adalah hal yang vital dalam upaya pelayanan kesehatan,  kelompok umur ini  sangat rentan dengan resiko penyakit sehingga perlu ditangani secara khusus.
Dalam MDGs, angka kematian neonatal menjadi salah satu indikator, di mana tahun 2015 merupakan akhir dari evaluasi MDGs, namun masih diragukan pencapaian indikator untuk angka kematian neonatal tersebut, karena secara keseluruhan, Indonesia tdk mencapai target di tahun  2014,  demikian juga untuk angka kematian ibu.
Berdasarkan data tahun 2014,  khusus untuk Sulut,  angka kematian ibu mencapai 142/100.000 kelahiran hidup atau jumlah kematian ibu 58 jiwa. sementara target MDGs adalah 102/100.000 kelahiran hidup. hal ini berarti Sulut melebihi target yang diharapkan.  Sedangkan untuk angka kematian neonatal adalah  9/1000 kelahiran hidup atau jumlah kematian neonatal : 365 jiwa dengan target MDGs 23 /1000 kelahiran hidup. Ini berarti di tahun 2014 Angka Kematian neonatal Sulut  menunjukkan hasil  yang baik.
Sekretaris Dinas Kesehatan ; Drs Jhon Matali, Apt  dalam sambutannya mengatakan  menyambut gembira pertemuan ini dengan harapan  melalui pertemuan ini akan menghasilkan hal-hal yang berguna bagi pelayanan kesehatan bayi dan balita demi pencapaian tujuan MDGs. Hal ini  tentunya perlu peran aktif dari semua eleman masyarakat terutama insan-isan kesehatan, demi terwujudnya Sulut Sehat secara mandiri dan berkeadilan.
Di lain sesi, kepala Seksi Kesehatan Anak dan Remaja, dr Christofel Ririmase mengungkapkan bahwa  peran pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya bayi dan balita, sangat menentukan. Hal ini terkait penempatan SDM kesehatan  yang memadahi  dan kompeteble, tetapi juga penetapan  anggaran untuk kesehatan harus menjadi prioritas, sesuai dengan  ketentuan  bahwa anggaran kesehatan untuk setiap daerah minimal 10% dari total anggaran daerah. Sayangnya, tidak semua daerah yang ada di Prov Sulut ini mengaggarkan biaya untuk bidang kesehatan seperti yang seharusnya, sehingga banyak kendala yang ditemui dalam upaya pelayanan kesehatan.
Data terakhir yang diperoleh dari Bidang Kesga dan Gizi, jumlah kematian Neonatal  tahun 2015 mencapai 156 jiwa, penyebab kematian adalah BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), asfiksia, kelaianan bawaan, sepsis dan sebab lain.  Dari data ini diharapkan jumlah kematian neonatal terus ditekan, sehingga bisa lebih kecil lagi dari angka capaian tahun 2014.

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Copyright © 2013 Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara All Right Reserved by datalinkDigital