Berita Terbaru
Loading...

Terbaru

29 September, 2015
PENCANANGAN DIMULAINYA KEGIATAN PERSIAPAN AKREDITASI UPTD BPPK DINKES PROV SULUT

PENCANANGAN DIMULAINYA KEGIATAN PERSIAPAN AKREDITASI UPTD BPPK DINKES PROV SULUT

Balai Penunjang Pelayanan Kesehatan (BPPK) Dinas Kesehatan Provinsi Sulut yang lebih dikenal dengan Balai Laboratorium Kesehatan (Labkes)  mulai hari ini Selasa tanggal 29 September 2015 dicanangkan untuk memulai semua kegiatan dalam rangka persiapan akreditasi laboratorium. 
Kegiatan pencanangan ini dilakukan pada saat pelaksanaan apel kerja di lingkungan Dinas Kesehatan Prov Sulut tadi pagi, dengan memasangkan Pin persiapan akreditasi kepada kepala balai BPPK dr Endriko Rawung, MARS serta para kepala seksi, pejabat fungsional  dan staf di BPPK oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov Sulut: dr Jemmy Lampus.


Dalam sambutan di apel kerjanya, Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan apresiasi yang tinggi bagi BPPK dalam upaya memulai persiapan akreditasi ini, dengan harapan bahwa BPPK akan menjadi Laboratorium pertama di Sulut yang terakreditasi, sambil menghimbau agar UPTD yang lain di lingkungan Dinkes Prov. Sulut untuk berpacu memperoleh predikat sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang terakreditasi seperti UPTD Bapelkes yang belum lama ini juga  terakreditasi, RSUD Noongan juga yang sudah pernah terakreditasi namun juga harus berupaya untuk meningkatkan sampai standar akreditasi RS yang sesuai .
Merespon  amanat Bapak Pejabat Gubernur Sulut DR Sonny Sumarsono untuk memulai upaya revolusi mental di Prov. Sulut,  Kepala Dinas berharap bahwa upaya akreditasi dijadikan momen untuk memulai pula upaya revolusi mental bagi semua  insan kesehatan Prov. Sulut. 
Menurut dr Jemmy, upaya akreditasi tidak semata hanya terpusat pada sarana dan prasarana tetapi terutama pada upaya mengubah mindset SDM kesehatan dalam mengoperasikan setiap ilmu, ketrampilan dan kekuatan dengan semaksimal mungkin dalam melaksanakan pelayanan publik khususnya di bidang pelayana  kesehatan, karena pelayanan itu sesungguhnya akan kita pertanggungjawabkan bukan saja kepada negara tetapi terutama  kepada Tuhan yang selalu melihat apa yang kita buat.
Proses akreditasi   adalah proses mengubah hal-hal yang dianggap tidak sesuai lagi dengan standar untuk kemudian dilakukan perbaikan menuju pelayanan yang lebih terstandar, sehingga pelayanan yang diberikan memberi jaminan bagi para penderita atau klien yang adalah masyarakat yang kita layani. 

tfs
 


28 September, 2015
PERTEMUAN KOORDINASI TINGKAT PROVINSI BOK TAHUN 2015

PERTEMUAN KOORDINASI TINGKAT PROVINSI BOK TAHUN 2015


Hari Jumat dan Sabtu tanggal 25-26 September 2015 yang lalu digunakan oleh Bidang UPK dan Bidang Kesga dan Gisi menggelar acara pertemuan Koordinasi Tingkat Provinsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di hotel Sahid Teling Manado. kegiatan yang di dalamnya mengevaluasi capaian pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara, menghadirkan semua pengelola BOK dari ke 15 kabupaten kota serta beberapa bidang lain yang terkait dengan pelakasanaan SPM tersebut.

Pertemuan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov Sulut dr Jemmy Lampus yang sekaligus memberi pengarahan kepada semua peserta pertemuan. 
Dalam sambutannya dr Jemmy mengatakan bahwa, mengevaluasi kinerja pelayanan bidang kesehatan khususnya menyangkut target 
yang terdapat dalam MDGs, Provinsi Sulut harus terus meningkatkan kwalitas pelayanan kesehatan yang ada. Tahun ini MDGS akan berakhir, dan akan dilanjutkan dengan SDGs, namun target yang ditetapkan masih juga banyak yang belum  kita capai. termasuk di dalamnya Angka Kematian Ibu, angka kematian anak, meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS. 
Bantuan operasional kesehatan (BOK) ini diharapkan dapat mendorong kwalitas kerja tenaga kesehatan dalam meningkatkan pelayanannya, demi mendukung semua program kesehatan yang ada. Oleh karena itu dr.  Jemmuy mengharapkan agar dana BOK ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik2nya sesuai dengan peruntukannya, jika realisasinya masih kurang, sebaiknya dicarikan jalan keluar agar dana dapat terserap sesuai peruntukannya dan jangan sampai tumpang tindih dengan bantuan dana lainnya termasuk dana Kapitasi. Semua pendanaan harus diperhatikan dengan seksama, berjalan beriringan menopang program pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Jika pada akhirnya dana BOK tidak terserap semuanya, maka akan dialihkan kepada Puskesmas yang lebih membutuhkan. 
dr Lidya Tulus selaku Kepala Bidang Upaya Pelayanan Kesehatan (UPK) dalam paparan materinya menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan di Puskesmas, sudah akan diawasi langsung oleh kementerian kesehatan, di mana kedatangan mereka tanpa pemberitahuan, dalam rangka sidak pelayanan puskesmas. Oleh karena itu Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan harus terus berbenah diri dan meningkatkan kwalitas pelayanannya, seiring juga dengan tuntutan Akreditasi Puskesmas. Ditambahkannya pula bahwa sesuai dengan aturan baru bahwa akan dibentuk tim pembina Puskesmas yang berfungsi memantau dan membina pelayanan yang ada di puskesmas berbarengan dengan penggunaan dana kesehatan yang ada termasuk dana BOK, dana kapitasi serta dana lainnya yang dikelola oleh Puskesmas.
Dalam kesempatan yang sama, dr Deybi Kalalo selaku Kapala Bidang Kesga dan Gizi memaparkan tentang perkembangan pelayanan kesehatan termasuk data2 indikator kesehatan serta solusi terhadap permasalahan pelayanan yang ada. Dr Deybi mengatakan bahwa laporan realisasi anggaran BOK tidak boleh tidak sesuai dengan pelaksanaan SPM di semua Puskesmas dan waktu yang tersisia tinggal beberapa bulan untuk terus berpacu melaksanakan program yang ada, sehingga para pengelola BOK sudah harus membuat tools demi percepatan penyerapan dana BOK yang ada. Ditambahkannya juga bahwa masih ada satu kali pertemuan yang akan membahas perkembangan pelaksanaan BOK, semoga dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas, pelaksanaan SPM semakin mengalami kemajuan dengan menggunakan dana BOK yang ada.  Hasil evaluasi pelaksanaan SPM dan BOK akan disampaikan sebagai umpan balik ke kabupeten/kota.
Pertemuan ini, memberi kesempatan kepada semua perserta dari kabupaten/kota yang hadir,  mempresentasikan semua capaian SPM dan realisasi penyerapan dana BOK
serta kendala yang mereka hadapi tapi juga jalan keluar yang telah dilakukan. Dengan demikian, mereka dapat saling berdiskusi mencari solusi bagi pelaksanaan SPM di masing2 puskesmas.




By : tfs
16 September, 2015
ACARA IBADAH SYUKUR PISAH SAMBUT KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI SULAWESI UTARA

ACARA IBADAH SYUKUR PISAH SAMBUT KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI SULAWESI UTARA

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara menggelar acara Ibadah Syukur Pisah-Sambut dari Kepala Dinas Kesehatan yang lama : dr Liesje Grace Punuh MKes kepada Kepala Dinas Kesehatan yang baru : dr Jemmy Lampus. Acara ibadah syukur  dilaksanakan di aula kantor Dinas Keshatan Prov Sulut, dipimpin oleh Pdt. Marten Luther Rindengan, STh dengan mengangkat tema : "Teguhkan dan Kuatkan Hatimu", mengacu pada pembacaan Alkitab : kisah Musa yang menyerahkan tugasnya kepada Yosua.
Ibadah berlangsung penuh hikmat diisi  puji-pujian dari kelompok nyanyi pejabat struktural, UPTD BKMM, UPTD BPPK dan sekretariat.

Setelah ibadah, dilanjutkan dengan mendengarkan sambutan dari Ibu dr Grace Punuh yang telah mengakhiri masa tugasnya dan akan melanjutkan karyanya di Dinas Sosial. Dalam sambutannya dr Grace mengatakan bahwa semua yang terjadi dalam perjalanan pekerjaannya adalah merupakan karya Tuhan yang begitu luar biasa menolongnya.  Dokter Grace berharap dr Jemmy dapat melanjutkan perjuangan pelayanan di Dinas Kesehatan Prov Sulut, karena ada begitu banyak yang harus diselesaikan demi menggapai harapan Sulut sehat secara mandiri dan berkeadilan.
Sambutan selanjutnya dibawakan oleh Bpk dr Jemmy Lampus. dokter Jemmy mengatakan bahwa tugas yang diemban haruslah diakui sebagai anugerah Tuhan, dan harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. 
Oleh karena itu, bagi dokter Jemmy bekerja dengan bertanggungjawab, tulus ikhlas dan bersemangat pasti akan  diberkati  Tuhan.
Pada kesempatan ini dilakukan pemberian cendra mata dari para Kepala Bidang dan UPTD serta pegawai yang lain kepada dr Grace sebagai tanda terima kasih atas pengabdiannya.
"selamat melanjutkan karyamu di tempat baru dr Grace, Tuhan akan selalu menyertaimu"..
"selamat datang dr Jemmy, kami selalu mendukungmu dalam doa dan karya."

by: tfs

15 September, 2015
KADIS KESEHATAN PROV. SULUT BARU, DR JEMMY LAMPUS MEMIMPIN APEL DAN RAPAT PERDANA

KADIS KESEHATAN PROV. SULUT BARU, DR JEMMY LAMPUS MEMIMPIN APEL DAN RAPAT PERDANA

Hari ini Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara yang baru : dr Jemmy Lampus memimpin apel kerja pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Prov Sulut setelah kemarin hari mengikuti Sertijab di Kantor Gubernur Prov. Sulut dari pejabat lama dr Liesje. G Punuh MKes kepada dr Jemmy Lampus.  Dalam sambutannya di apel kerja perdananya, dr Jemmy berucap bahwa jabatan yang dia  terima ini adalah semata anugerah Tuhan yang tidak pernah dia bayangkan selama ini. Bagi dr Jemmy, setiap pekerjaan yang diberikan haruslah dilakukan dengan  penuh tanggungjawab, tulus hati dan selalu bersemangat. Kepala Dinas  juga mengatakan bahwa organisasi Dinas Kesehatan Prov Sulut terdiri dari SDM dari berbagai latar belakang ilmu dan kompetensi. Siapapun dia yang bekerja di organisasi ini sangat berpengaruh terhadap maju, mundurnya roda organisasi. oleh karena itu menurutnya kerja sama team harus senantiasa dibangun dengan   melibatkan semua personil yang ada, karena beliau tidak dapat bekerja tanpa dukungan dari semua personil organisasi. Ditambahkannya juga, bahwa beliau sangat suka menerima kritik serta saran dari semua staff demi kemajuan organisasi yang dipimpinnya ini. 
Selanjutnya, kepala Dinas  mengundang semua pejabat struktural eselon III dan IV untuk mengikuti rapat perdana yang di dalamnya mengevaluasi kinerja pelayanan selama ini yang tercermin dari realisasi peyerapan anggaran baik APBD dan APBN yang belum bisa memenuhi target capaian. Kepala Dinas berharap semua kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan seharusnya, karena pelaksanaan APBD Perubahan juga sudah harus stand by karena sudah disetujuis oleh DPR. Setelah rapat perdana, kegiatan Kepala Dinas dilanjutkan dengan perkunjungan ke  rumah duka  atas meninggalnya mantan pegawai Dinas Kesehatan Prov Sulut yang juga mantan Kepala RS Noongan yakni dr Margareta Watuseke. 
Bertolak dari rumah duka, kegiatan selanjutnya mengikuti sertijab Kepala UPTD Balai Penunjang Pelayanan Kesehatan dari pejabat lama:dr Frida Agu, SpKJ kepada pejabat yang baru : dr Enriko Rawung, MARS. kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat UPTD BPPK. 



by : tfs
04 September, 2015
PERTEMUAN PERENCANAAN DAN EVALUASI PENINGKATAN KELANGSUNGAN DAN KWALITAS HIDUP BAYI DAN BALITA TERINTEGRASI TINGKAT PROVINSI TAHUN 2015

PERTEMUAN PERENCANAAN DAN EVALUASI PENINGKATAN KELANGSUNGAN DAN KWALITAS HIDUP BAYI DAN BALITA TERINTEGRASI TINGKAT PROVINSI TAHUN 2015

Bidang Kesehatan Keluarga Dan Gizi (KESGA-GIZI) Dinas Kesehatan Provinsi Sulut melalui Seksi Anak dan Remaja kembali menggelar acara pertemuan "Perencanaan dan Evaluasi Peningkatan Kelangsungan Dan Kwalitas Hidup Bayi dan Balita Terintegrasi Tingkat Provinsi Tahun 2015" di Hotel Sahid Teling Manado dimulai sejak tanggal 1 sampai dengan tanggal 4 September 2015.
Kegiatan pertemuan ini melibatkan semua Kepala Bidang Dinas Kesehatan yang membawahi kesehatan anak dan remaja di 15 kabupeten/kota di prov Sulut, serta instansi terkait seperti BKKBN Prov Sulut, Bappeda Prov Sulut, Tim penggertak PKK Prov Sulut, organisasi profesi Bidan (IBI) Sulut dan Manado,  PPNI Sulut dan Manado, Poltekes Manado, serta lintas program seperti Bidang Promkes, UPK, PMK, UPTD Balai Data, Subbag Perencanaan Dinkes Sulut, Seksi Ibu serta Seksi Perbaikan Gizi.
Upaya kesehatan bayi dan balita adalah hal yang vital dalam upaya pelayanan kesehatan,  kelompok umur ini  sangat rentan dengan resiko penyakit sehingga perlu ditangani secara khusus.
Dalam MDGs, angka kematian neonatal menjadi salah satu indikator, di mana tahun 2015 merupakan akhir dari evaluasi MDGs, namun masih diragukan pencapaian indikator untuk angka kematian neonatal tersebut, karena secara keseluruhan, Indonesia tdk mencapai target di tahun  2014,  demikian juga untuk angka kematian ibu.
Berdasarkan data tahun 2014,  khusus untuk Sulut,  angka kematian ibu mencapai 142/100.000 kelahiran hidup atau jumlah kematian ibu 58 jiwa. sementara target MDGs adalah 102/100.000 kelahiran hidup. hal ini berarti Sulut melebihi target yang diharapkan.  Sedangkan untuk angka kematian neonatal adalah  9/1000 kelahiran hidup atau jumlah kematian neonatal : 365 jiwa dengan target MDGs 23 /1000 kelahiran hidup. Ini berarti di tahun 2014 Angka Kematian neonatal Sulut  menunjukkan hasil  yang baik.
Sekretaris Dinas Kesehatan ; Drs Jhon Matali, Apt  dalam sambutannya mengatakan  menyambut gembira pertemuan ini dengan harapan  melalui pertemuan ini akan menghasilkan hal-hal yang berguna bagi pelayanan kesehatan bayi dan balita demi pencapaian tujuan MDGs. Hal ini  tentunya perlu peran aktif dari semua eleman masyarakat terutama insan-isan kesehatan, demi terwujudnya Sulut Sehat secara mandiri dan berkeadilan.
Di lain sesi, kepala Seksi Kesehatan Anak dan Remaja, dr Christofel Ririmase mengungkapkan bahwa  peran pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya bayi dan balita, sangat menentukan. Hal ini terkait penempatan SDM kesehatan  yang memadahi  dan kompeteble, tetapi juga penetapan  anggaran untuk kesehatan harus menjadi prioritas, sesuai dengan  ketentuan  bahwa anggaran kesehatan untuk setiap daerah minimal 10% dari total anggaran daerah. Sayangnya, tidak semua daerah yang ada di Prov Sulut ini mengaggarkan biaya untuk bidang kesehatan seperti yang seharusnya, sehingga banyak kendala yang ditemui dalam upaya pelayanan kesehatan.
Data terakhir yang diperoleh dari Bidang Kesga dan Gizi, jumlah kematian Neonatal  tahun 2015 mencapai 156 jiwa, penyebab kematian adalah BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), asfiksia, kelaianan bawaan, sepsis dan sebab lain.  Dari data ini diharapkan jumlah kematian neonatal terus ditekan, sehingga bisa lebih kecil lagi dari angka capaian tahun 2014.
Copyright © 2013 Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara All Right Reserved by datalinkDigital