Berita Terbaru
Loading...

Terbaru

30 October, 2015
PENUTUPAN  RAPAT VALIDASI DATA TAHAP III DINKES PROVINSI SULUT TAHUN 2015

PENUTUPAN RAPAT VALIDASI DATA TAHAP III DINKES PROVINSI SULUT TAHUN 2015





Rapat Validasi Data Tahap III  yang digelar oleh UPTD Balai Data Surveilans dan SIK yang berlangsung selama 3 hari yakni dari tgl 28 Oktober sampai 30 Oktober 2015, berakhir hari ini dan ditutup oleh Kepala Balai Data Surveilans dan Sitem Informasi Kesehatan dr. Devi Tanos. 
Dalam sambutannya, dr Devi memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, meskipun harus disadari bahwa ketidak hadiran beberapa pengelola program disebabkan karena bertabrakannya kegiatan-kegiatan di bidang yang lain. Harapannya ke depan, kegiatan rapat validasi ini dapat dilaksanakan lebih baik lagi dengan melibatkan pengelola program yang mengelola langsung program yang ada, serta apa yang menjadi komitmen dengan bidang pada rapat validasi sebelumnya, dapat senantiasa dilaksanakan, yaknisetiap pengelola program harus sudah memasukkan data yang ada ke Balai Data dalam hal ini Seksi Data dan SIK sebagai Bank Data Dinkes Prov. Sulut selambatlambatnya tanggal 15 bulan berjalan dan Seksi data harus membuat feedd back terhadap pelaporan tersebut.
 Menurut Kepala Seksi Data dan SIK ; Tinny Sambeka, MARS bahwa mungkin sudah saatnya Dinas Kesehatan Prov Sulut membentuk Forum Komunikasi Data agar dapat ditunjuk orang-orang yang akan bertanggungjawab terhadap ketersediaan data. Para peserta rapatpun menyambut dengan antusias usulan ini dan sepakat forum ini dibuat tahun 2016. 
untuk rapat validasi data ke4, akan diatur sedemikian rupa agar semua pengelola data program hadir dalam pertemuan ini dengan membawa data yang diperlukan bahkan yang dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat. 









29 October, 2015
RAPAT VALIDASI DATA TAHAP III DINKES PROVINSI SULUT TAHUN 2015

RAPAT VALIDASI DATA TAHAP III DINKES PROVINSI SULUT TAHUN 2015

  UPTD Balai Data Surveilans dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Prov. Sulut kembali menggelar acara rapat Validasi Data yang memasukui tahap III, setelah dua tahap sebelumnya telah dilaksanakan pada Triwulan Pertama dan kedua.
Rapat validasi data dilaksanakan dalam rangka memperoleh data kesehatan dari seluruh kabupeten/kota melalui pengelola program kesehatan di masing-masing bidang dan memberi pemahaman akan pentingnya data terintegrasi atau data melalui "satu pintu" di mana semua data kesehatan dari setiap pengelola program di setiap bidang  hendaknya dimasukkan ke UPTD Balai Data sebagai Bank Data Tgkt Provinsi, sehingga setiap masyarakat atau institusi yang membutuhkan data kesehatan, dapat mengaksesnya dari UPTD Balai Data sebagai pemegang tupoksi.

Problematika data yang dialami sampai kini adalah adanya dualisme data di mana data dari kabupeten/kota berbeda dengan data yang berasal dari pengelola program di Dinas kesehatan, selain itu tidak semua data kesehatan yang diperlukan tersedia. untuk itu rapat validasi data dilaksanakan dalam rangka memperoleh data yang tepat, valid dan akurat sesuai dengan kebutuhan pemeritah bahkan masyarakat.
Rapat validasi data tahap III ini dilaksanakan tiga hari, dengan mengundang para pengelola program di setiap bidang terkait semua data kesehatan yang ada. Kegiatan rapat di hari pertama telah dibuka oleh kepala seksi Data dan SIK : Tinny F Sambeka, SKM MARS, mewakili Kepala UPTD Balai Data yang kebetulan berhalangan. Selanjutnya ada sedikit sosialisasi dari Staff BPS Sulut tentang kebutuhan data kesehatan bagi BPS dalam rangka membuat buku "Sulut Dalam Angka" serta pentingnya data bagi masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan desk/verifikasi data bagi program yang telah siap dengan data yang ada, diantaranya  dari program imunisasi, program TB, bidang kepegawaian, seksi surveilans dan seksi farmasi.
Dari rapat validasi data ini, Kepala UPTD BDSSIK : dr Devi Tanos berharap akan dapat diperoleh data yang tepat, valid dan akurat yang dapat dikonsumsi oleh siapa saja yang memerlukan.


09 October, 2015
PROV SULUT MERAIH RANKING 1 KETERISIAN DATA KOMDAT PER SEPTEMBER 2015

PROV SULUT MERAIH RANKING 1 KETERISIAN DATA KOMDAT PER SEPTEMBER 2015

Prestasi baru lagi buat Dinas Kesehatan Prov. Sulut, di mana  Kementerian Kesehatan dalam hal ini Pusat Data dan Informasi Kesehatan memberi penghargaan kepada Dinkes Prov Sulut atas keterisian data kesehatan di aplikasi Komdat (Komunikasi Data) periode September 2015. 
Prov. Sulut mendapat ranking 1 dari 34 provinsi. 


Adapun kesuksesan ini adalah merupakan kontribusi dari semua pengelola data dari kabupeten/kota seprov. Sulut, karena data komdat dientri langsung dari kabupeten/kota dan diverifikasi di Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dalam hal ini oleh Seksi Data dan Sistem Informasi Kesehatan UPTD Balai Data, Surveilans dan SIK. 
Dengan adanya prestasi ini, Kepala Balai Data, surveilans dan SIK: dr Kartika Devi Tanos serta crue Seksi Data dan SIK menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pengelola SIK kabupaten/Kota se provinsi Sulut yang bisa menunjukkan kemampuannya dalam mengumpulkan data dan mengemas serta mengentri data dalam aplikasi Komdat,  dengan terus berharap, kinerja yang ada agar dapat dipertahankan bahkan jika sebisa mungkin dapat ditingkatkan. Ditambahkannnya bahwa setiap prestasi dari pengelola SIK  kab/kota terbaik  akan diupayakan pemberian reward dan akan diberikan pada pelaksanaan Hari Kesehatan Nasional Tingkat Prov Sulut bulan November nanti.
Memang tantangan besar  yang dihadapi oleh Prov Sulut adalah kendala jaringan , sementara aplikasi komdat ini menggunakan jaringan VPN (Virtual Private Network). Fasilitas VPN ini sepenuhnya di berikan oleh Pusdatin Kemenkes dalam rangka menciptakan  sistem informasi kesehatan yang berbasis elektronik bukan saja sampai di tgkt provinsi namun menjangkau sampai ke kebupaten/kota di seluruh Indonesia, bahkan ke depan nanti diharapkan sistem ini dapat menjangka sampai ke tingkat Puskesmas.
sangat disadari pentingnya data dan informasi kesehatan dalam rangka pengambilan keputusan yang adekwat, sehingga pihak Kemenkes dalam hal ini Pusdatin membuat terobosan2 yang tujuannya adalah untuk mendukung program pembangunan kesehatan yang lebih terukur.
Tentunya sangat  diharapkan peran serta masyarakat serta pemerintah daerah dalam menunjang sistem kesehatan khususnya sistem jaringan informasi kesehatan, sehingga sistem informasi kesehatan dapat terus ditingkatkan.

tfs
05 October, 2015
PELATIHAN PENGENDALIAN DAN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI EMERGING INFECTION DISEASES (EIDs) BAGI TIM GERAK CEPAT (TGC) REGIONAL TIMUR INDONESIA.

PELATIHAN PENGENDALIAN DAN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI EMERGING INFECTION DISEASES (EIDs) BAGI TIM GERAK CEPAT (TGC) REGIONAL TIMUR INDONESIA.

Kementerian Kesehatan RI dalam hal ini Direktorat Simkarkesma Ditjen P2PL melakukan kegiatan Pelatihan Pengendalian dan Kesiapsiagaan Menghadapi Emerging Infection Disease (EIDs) bagi Tim Gerak Cepat (TGC) Regional Timur Indonesia  di Bapelkes (Balai Pelatihan Kesehatan) Manado. 
Kegiatan Pelatihan ini dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara : dr Jemmy J.R Lampus pada hari Minggu tanggal 4 Oktober 2015 jam 19.00.


Dalam sambutannya, dr Jemmy mengatakan bahwa Pihak Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Simkarkesma Ditjen P2PL terus berupaya menyusun strategi dan rencana aksi untuk pengendalian kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi transmisi penyakit menular potensial KLB dan atau wabah bahkan penyakit menular yang bersifat emerging infection Diseases (EIDs) seperti H5Ni, H7N9, Mers-CoV, Virus Ebola dan EIDs lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan  adalah peningkatan kapasitas building Tim gerak Cepat (TGC) seperti yang dilakukan saat ini. 
Kesiapan Indonesia dalam implementasi Internasional Health Regulation (IHR) tahun 2005 merupakan salah satu penerapan Global Helath Security dan berdasarkan  Kepmenkes nomor 1501 tahun 2010 dan nomor 86 tahun 2014 bahwa TGC harus ada di setiap provinsi dan Kab/kota. 
Saat ini 34 provinsi di Indonesia telah memiliki TGC  yang beranggotakan petugas surveilans dinas kesehatan, dinas peternakan, petugas RS rujukan , petugas laboratorium, KKP dan BTKL. 
Menurut dr Jemmy, dengan munculnya ancaman beberapa penyakit menular, maka harus dilakukan penyegaran terhadap TGC  dalam penanggulangan KLB penyakit tersebut, karena peran dan tanggungjawab TGC sangatlah besar.
Menutup sambutannya, dr Jemmy mengatakan bahwa  ada  3 hal penting keberhasilan TGC yakni :
1. Mempunyai komitmen yang tinggi terhadap tanggungjawab sebagai TGC
2. Melaksanakan koordinasi dan komunikasi secara cepat dengan lintas program dan sektor
3. Membangun jejaring dengan semua lini untuk kepentingan diseminasi maupun update informasi.
 
Kegiatan pelatihan ini rencananya akan dilaksanakan sampai hari Rabu 7 Oktober 2015 yang dihadiri langsung oleh Direktur Simkarkesma Ditjen P2PL Kemenkes RI : dr Wiendra Waworuntu MKes  yang notabene adalah Putri dari Sulut. Sedangkan   peserta-pesertanya berasal  dari Dinas Kesehatan dan dinas Peternakan wilayah Indonesia Timur, dari Rumah Sakit, KKP dan BTKL.
Copyright © 2013 Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara All Right Reserved by datalinkDigital