Berita Terbaru
Loading...

Terbaru

28 September, 2016
WASPADA PENYAKIT RABIES

WASPADA PENYAKIT RABIES

Tanggal 28 September diperingati sebagai Hari Rabies Sedunia, yang dipromotori dan dikampanyekan oleh sebuah oranisasi bernama Alliance For Rabies Control (ARC). Peringatan hari rabies sedunia ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, meningkatkan pengendalian dan meningkatkan pencegahan penyakit rabies.

Gerakan Hari Rabies Sedunia yang ditetapkan pada tanggal 28 September, pertama kalinya dicanangkan dan diperingati pada tahun 2007. Pada saat itu, berbagai kegiatan dilaksanakan seperti: klinik vaksinasi, lomba lari, parade, seminar pendidikan, festival dan pawai. Kegiatan ini mendapat respon dan partisipasi lebih dari 400.000 orang dari 74 negara. Ini menandakan bahwa adanya pengakuan luas dari masyarakat dunia akan pentingnya tindakan dan pengendalian terhadap penyakit yang dapat mematikan tersebut.
Di dunia, kasus kematian akibat rabies cukup tinggi. Di Asia terjadi 50.000 kematian per tahun, India 20.000-30.000 kematian per tahun, China rata-rata 2.500 kematian per tahun,  Vietnam 9.000 kematian per tahun, Filipina 200 – 300 kematian per tahun dan Indonesia selama 4 tahun terakhir rata-rata sebanyak 143 kematian per tahun. Demikian informasi yang diperoleh dari Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung priok Kementerian Pertanian Indonesia.
Di Provinsi Sulawesi Utara sendiri, kasus kematian karena Rabies untuk tahun 2016 sampai hari ini  mencapai 20 orang, berdasar data yang diperoleh dari Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan) Dinas Kesehatan Provinsi Sulut. dengan GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies) mencapoai  2804 kasus menurut data dari SKDR online. 
Kepala Dinas Kesehatan, melalui Kepala Bidang PMK Dinkes Provinsi ; dr Hendrik Tairas pada kegiatan apel kerja ASN di Lingkungan  DinKes Prov Sulut hari ini menyatakan  agar masyarakat khususnya di Sulawesi Utara untuk selalu  waspada terhadap gigitan anjing atau hewan penular rabies lainnya. jika terjadi kasus gigitan anjing, agar segera melaporkan ke petugas kesehatan terdekat atau sarana pelayanan kesehatan terdekat, untuk mendapatkan penanganan segera. jangan menunggu kalau gejala sudah timbul, karena bisa berakibat fatal atau kematian. 
masyarakat diingatkan untuk melakukan pencegahan penularan rabies dengan langkah :
1. Hewan penular rabies hendaknya diberikan vaksin rabies secara teratur setiap tahun.
2.Bila anjing akan dibawa keluar rumah, sebaiknya dalam keadaan terikat dengan menggunakan rantai yang panjangnya tidak lebih dari 2 meter dan memakai berangus (penutup mulut anjing yang terbuat dari kulit )
3. Anjing, kucing, kera jangan dilepas keluar pekarangan.
Tairas juga mengatakan agar semua petugas kesehatan dapat mempromosikan bagaimana penanggulangan dan penanganan penyakit rabies kepada masyarakat, baik di pertemuan-pertemuan kemasyarakatan atau agama agar kasus kematian karena rabies dan GHPR tidak akan meningkat.

By : Tfs
27 September, 2016
IBADAH RUTIN DINKES PROV. SULUT DIGELAR HARI INI.

IBADAH RUTIN DINKES PROV. SULUT DIGELAR HARI INI.

Semangat beriman bagi ASN harus senantiasa ditingkatkan, karena dengan ketakwaan kepada Tuhan, maka etika, moral dan disiplin akan senantiasa hadir bagi ASN yang melakukannya. 
Kegiatan ibadah bagi kaum Kristiani kembali digelar di Ruangan Sekretariat Lantai 2 Dinkes Prov Sulut hari ini. Kegiatan yang dipimpin oleh Pdt.John Tilaar, STh. MSi (Ketua Jemaat Zaitun Mahakeret) mengingatkan para ASN agar sebisanya meninggalkan kebiasan-kebiasaan yang buruk, tidak baik dan tidak benar dan berusaha melakukan hal-hal yang baik, benar dan berkenan di mata Tuhan. hendaklah ASN yang percaya menjadi batu penjuru dan bukan menjadi batu sandungan. hendaknya keteladanan Kristus, juga akan mampu diteladankan oleh setiap anak-anak Tuhan yang ditempatkan Tuhan di institusi ini. Memang harus diakui bahwa manusia tidak akan mampu melakukan apapun dalam dunia, namun jika terus mengandalkan dan berserah pada Tuhan, maka Tuhan jua yang akan memampukan manusia untuk dapat melakukan apa yang diinginkan.




By : Tfs

09 September, 2016
SOSIALISASI PENGELOLAAN DATA DAN SIK DI KABUPATEN/KOTA 

Kegiatan sosialisasi Pengelolaan Data dan SIK di Kabupaten/Kota yang diprogramkan oleh UPTD Balai Data, Surveilans Dan SIK Dinkes Provinsi Sulawesi Utara, kemarin hari sukses  dilaksanakan di Kabupaten Minahasa. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari yakni tanggal 7-8 September 2016 yang bertempat di kantor kecamatan Langowan Barat menghadirkan para tokoh-tokoh masyarakat seperti camat, ketua tim penggerak PKK kecamatan, hukum tua, Kepala-kepala Puskesmas dan  kader kesehatan di Langowan Raya. 




Kegiatan sosialisasi pengelolaan data dan SIK ini telah dilaksanakan di 3 kabupaten/kota sebelumnya yaitu di kabupaten Minahasa Tenggara, kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Bolaang Mongondow.  dengan tujuan agar masyarakat dan pemerintah dapat memahami pengelolaan data kesehatan serta berpartisipasi dalam menunjang terselenggaranya sistem informasi kesehatan yang akurat, valid dan tepat sehingga  dapat dimanfaatkan   sebagai bahan pengambilan keputusan di bidang kesehatan namun juga di bidang terkait lainnya demi tercapainya desa/kelurahan yang sehat, kecamatan yang sehat, kbupaten sehat, provinsi sehat dan pasti negara yang  sehat.


Setelah dilaksanakan di Kabupaten Minahasa, kegiatan yang sama akan dilaksanakan di kabupaten BolaangMongondow Timur, Kota Tomohon, Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara sesuai dengan arus anggaran yang ditetapkan dalam DPA UPTD. 
Kegiatan sosialisasi ini sangat dirindukan oleh para tokoh masyarakat dan masyarakat yang ada. Bagi mereka kegiatan ini bukan saja mendekatkan petugas kesehatan dengan masyarakat di kala sehat, namun juga menambah wawasan masyarakat terhadap informasi kesehatan yang selama ini kurang dipahami dan memberi pengertian akan ekksistensi masyarakat dalam berkontribusi  terhadap pembangunan khususnya pembangunan kesehatan.  sehingga mereka berharap bahwa kegiatan yang seperti ini akan terus dilanjutkan. 
Dalam DPA UPTD BDSSIK tahun 2016 ini, hanya bisa menganggarkan kegiatan ini untuk 8 kabupaten/kota, itupun hanya bisa menghadirakan bebarapa kecamatan dalam satu kabupaten/kota dengan harapan, yang telah mendapatkan sosialisasi, dapat membagi dengan mereka yang tak dapat dijangkau. Hal ini disebabkan  karena keterbatasan anggaran yang dipagu untuk UPTD BDSSIK. sedangkan untuk 7 kabupaten kota lainnya diharapkan dapat ditata dalam anggaran APBD P tahun 2016 atau dalam DPA tahun selanjutnya. 



By : tfs
Copyright © 2013 Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara All Right Reserved by datalinkDigital