Pertemuan Refresing Tenaga Pelaksana Pemantauan Status Gizi

30
Pembukaan Pertemuan Refresing Tenaga Pelaksana Pemantauan Status Gizi 2017

Dinas Kesehatan melalui seksi kesehatan keluarga dan gizi bidang kesehatan masyarakat mengadakan Pertemuan Refresing Tenaga Pelaksana Pemantauan Status Gizi  dengan peserta dari  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Alumnus Poltekes Kementerian Kesehatan RI  jurusan gizi, dan peserta Dinas Kesehatan Provinsi. Pertemuan ini dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 19 – 21 Juni 2017 yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (dr. Debie K.R. Kalalo, MSc.PH), bertempat di hotel Gran Cental Manado.

Pertemuan ini bertujuan menyegarkan kembali pengetahuan dan kemampuan  kinerja  tenaga  pelaksana PSG  dalam  menilai status  gizi masyarakat secara cepat, akurat dan teratur.

Status  gizi adalah keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara jumlah  asupan zat gizi dengan kebutuhan zat gizi tubuh.  Status gizi khususnya status gizi anak balita merupakan salah satu indikator kualitas sumber daya manusia yang menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat,  yang akan menentukan kualitas Sumber Daya Manusia.

Hasil   tiga  kali  Riset  Kesehatan Dasar (Riskesdas) yaitu  pada tahun  2007,    2010  dan   2013  menunjukkan   tidak   terjadi   banyak perubahan  pada prevalensi balita gizi kurang  maupun  balita  pendek. Pada tahun  2007 prevalensi batita gizi buruk –  kurang adalah 18,4% menjadi  17,9%   tahun  2010  dan  19,6%  tahun  2013.  Demikian  pula dengan prevalensi balita pendek dan sangat pendek pada tahun 2007, 2010, dan 2013 berturut-turut  sebesar 36,8%,  35,6% dan 37,2%.  Hal ini berarti pada tahun  2014 sasaran RPJMN  bidang kesehatan 2010 – 2014 belum tercapai.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang hasilnya menjadi salah satu dasar untuk menetapkan kebijakan berbasis bukti termasuk prevalensi gizi kurang/kekurangan  gizi (underweight)  pada anak balita dan prevalensi pendek dan sangat pendek (stunting)  pada anak baduta (di  bawah  dua tahun),  hanya dilakukan  3  –   5  tahun  sekali.  Untuk ketersediaan   informasi perkembangan status gizi dan capaian kegiatan pembinaan gizi di suatu wilayah khususnya di Kabupaten/Kota secara cepat, akurat, teratur  dan berkelanjutan  diantara  pelaksanaan Riskesdas, dipandang perlu melakukan monitoring  dan evaluasi setiap tahun.  Pelaksanaan Pemantauan Status Gizi (PSG) secara periodik dan berkesinambungan setiap tahun merupakan bagian dari kegiatan monitoring  dan evaluasi kegiatan  perbaikan gizi.  Data dan  informasi yang dihasilkan  dari kegiatan PSG  dapat dijadikan bahan pengambilan keputusan dan penyusunan rencana kegiatan pembinaan gizi di suatu wilayah, khususnya di Kabupaten/Kota.

PSG DINKES SULUT 01
Peserta Pertemuan Refresing Tenaga Pelaksana Pemantauan Status Gizi 2017
print