Peresmian Fasilitas Ruang Laktasi di Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara

45
Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Utara Ibu Ivone Silangen Lombok

ASI merupakan makanan bayi ciptaan Tuhan mengandung hormon-hormon yang terbaik bagi tubuh bayi dan tidak dapat digantikan dengan makanan lain, setiap bayi berhak mendapatkan ASI. Untuk melindungi masyarakat dalam pemberian ASI, Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif serta Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2013 tentang Penyediaan ruang ASI di tempat kerja dan tempat sarana umum, yang perlu diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung pemberian ASI, kemudian diikuti pula dengan Peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 28 Tahun 2015 tentang Pemberian ASI Eksklusif di Provinsi Sulawesi Utara.

Dukungan tempat kerja terhadap pegawai/karyawati menyusui masih minim. Cuti melahirkan di Indonesia hanya tiga bulan, sementara perjuangan memberikan ASI Eksklusif sampai enam bulan. Hal ini tidak mudah dan harus mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari suami, orang-orang terdekatnya, pemberi kerja, dan tentu saja dukungan dari pemerintah. Kurangnya dukungan memadai membuat para ibu bekerja yang menyusui mengalami kesulitan, pada akhirnya gagal menyusui sehingga memilih memberikan susu formula untuk bayinya.

Dengan menyusui di tempat kerja akan mendapat manfaat diantaranya anak lebih sehat, tenaga kerja akan lebih jarang absen sehingga berdampak terhadap peningkatan produktifitas kerja, manfaat lainnya tenaga kerja akan lebih loyal terhadap tempat kerjanya. Ruang laktasi selain sebagai ruangan untuk memberikan ASI kepada bayi (menyusui), juga digunakan sebagai tempat untuk melakukan perah ASI yang dapat disimpan di lemari es sebelum dibawa ke rumah saat pulang kantor. Sehingga ibu dapat terus bekerja tanpa menghalangi pemberian ASI Eksklusif kepada bayinya.

Peresmian ruang laktasi tersebut dilaksanakan pada hari Selasa 11 Juli 2017 pukul 10.00 bertempat di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Peresmian tersebut di awali dengan sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Utara Ibu Ivone Silangen Lombok. Dalam sambutan dirinya menyatakan bahwa para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Tenaga Harian Lepas (THL)  yang sedang menyusui dan bekerja di lingkup Kantor Gubernur Sulut untuk dapat memanfaatkan sebaik mungkin ruangan laktasi ini,  agar dapat terus memberikan ASI bagi bayinya baik secara langsung ataupun dengan cara memerah ASI, kemudian disimpan dalam lemari pendingin sebelum dibawa pulang.

Sambutan dan Arahan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara Dr. Kartika Devi Kandouw Tanos
Sambutan dan Arahan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara Dr. Kartika Devi Kandouw Tanos

Sementara itu  Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara Dr. Kartika Devi Kandouw Tanos dalam sambutan arahan juga menyatakan dukungan penuh atas tersedianya ruang laktasi di Kantor Gubernur Sulut ini, dan berharap seluruh perangkat daerah yang ada di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar dapat menyediakan ruang laktasi di instansinya masing-masing, agar para ibu dapat tetap bekerja tanpa menghalangi pemberian ASI secara Eksklusif bagi bayinya.

Setelah memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita di depan pintu masuk ruang laktasi oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulut, sebagai tanda ruang laktasi yang ada di lingkup Kantor Gubernur tersebut resmi untuk digunakan.

print