Rapat Koordinasi Pengendalian Bahan Berbahaya Dalam Pangan

36
Rapat Koordinasi Pengendalian Bahan Berbahaya Dalam Pangan

Sehubungan dengan temuan BPOM yaitu 229 sak Boraks @ 25 kg yang di repacking ulang dengan  kemasan lain,  di kaitkan dengan penggunaan Boraks pada pangan, untuk itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengadakan rapat untuk pembentukan Tim terpadu yang menangani masalah penggunaaan Bahan Berbahaya pada pangan. Pada rapat yang dilaksanakan hari  Selasa (3/10) di ruang rapat Asisten III Pemprov. Sulut,  diharapkan agar ada komunikasi dan koordinasi tim yang baik, dapat bergerak cepat dalam menangani masalah penggunaaan Bahan Berbahaya (B 2) pada pangan. Hadir pada rapat ini dari Dir. Res. Narkoba, Dinas Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, BPOM Manado, dan Biro Ekonomi SDA.

Rapat Koordinasi Pengendalian Bahan Berbahaya Dalam Pangan
Rapat Koordinasi Pengendalian Bahan Berbahaya Dalam Pangan

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dr. Debie K.R. Kalalo, MSc.PH yang diwakili oleh Kepala Bidang SDK & Farmalkes, Drs. Djonny S. Matali., Apt, menyatakan bahwa mengingat dampak buruk Boraks terhadap kesehatan, maka sebaiknya boraks yang sering ditambahkan pada Bakso, Mie Basah dan Kerupuk dapat diganti dengan STPP (Sodium Tripolyphosphate) yang memiliki fungsi yang sama dengan  Boraks namun  aman untuk di konsumsi. (YG) (Tim Cyber Dinkesda)

print