Dinkesda Sulut: Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Upaya Menurunkan Peningkatan Kasus DBD (Demam Berdarah Dengue)

217

Ditemukannya sejumlah kasus DBD di berbagai Kabupaten/Kota yang ada Provinsi Sulawesi Utara tehitung sejak awal bulan Januari tahun 2019 sampai saat ini (22/1)  berjumlah 714 kasus dengan jumlah kematian 11 kasus, menjadi suatu pekerjaan rumah bersama Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam upaya menurunkan angka kejadian kasus DBD.

Pemerintah dalam hal ini Gubernur Provinsi Sulawesi Utara bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara melalui surat edaran, menghimbau kepada seluruh Perangkat Daerah untuk menggerakan masyarakat melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan dalam upaya Pemberantasan Sarang Naymuk (PSN).

Dalam arahannya pada Apel pagi Selasa, 22 Januari 2019 Kepala Dinas Kesehatan melalui Kepala Bidang P2P dr. Steven Dandel, MPH Menegaskan “Pentingnya PSN dalam menekan meningkatnya jumlah penderita DBD serta memberantas vektor Demam Berdarah” (Nyamuk Ae.Aegypti).

Salah satu cara untuk mengetahui seseorang terinfeksi Virus Dengue, yaitu melalui pemeriksaan antigen non struktural-1 dengue (NS1) yang  dapat mendeteksi infeksi virus dengue dengan  lebih awal (dilakukan pada hari pertama demam tinggi tanpa sebab lain). Apabila hasil pemeriksaan NS1 menunjukan hasil positive bukan berarti DBD, tetapi  Demam Dengue atau terdeteksi didalam tubuh terdapat virus Dengue. Dan untuk pemeriksaan serologi IgG dan IgM (dilakuakn pada hari ke-4), Pemeriksaan Trombosit dan Hematokrit. Jika hasil IgG(+) dan IgM(+), trombosit <100.000, Hematokrit > 20% di atas nilai normal, maka pasien tersebut dinyatakan positiv terkena Demam Berdarah Dengue (DBD).

Saat ini Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara melalui UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara sudah bisa melakukan pemeriksaan NS1 sebagai deteksi awal atau sebagai penanda infeksi virus dengue, maupun pemeriksaan serologi IgG dan IgM, pemeriksaan Trombosit dan Hematokrit untuk pemeriksaan lanjutan.

11

Fogging bukanlah merupakan langkah yang efektif dalam mencegah terjadinya  DBD dikarenakan hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Selain itu juga bahaya racun insektisida yang digunakan pada penyemprotan, meninggalkan residu pada barang-barang yang terkena pengasapan (mis: bantal, tempat tidur, gorden, kursi/sofa,dll), memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan; dan menimbulkan resistensi pada nyamuk.

Fatalitas yang terjadi pada sejumlah pasien 80% (persen) dikarenakan terlambat penanganan, data ini diperoleh dari petugas di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang merawat penderita DBD. Hal ini disebabkan karena pemahaman yang kurang dari masyarakat akan fase masa inkubasi dari penyakit DBD, sehingga pasien terlambat dibawah ke fasilitas kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit).

“Mengakhiri arahannya Dandel menghimbau agar para ASN dilingkup Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dapat menjadi corong Promosi Kesehatan kepada Masyarakat, agar masyarakat dapat mengetahui, bahaya penyakit DBD, cara pencegahan dan pertolongan kepada pasien/ anggota keluarga.

By: Humas Dinkesda Prov.Sulut

     #Sulutehat #SulutHebat

print