dr Debie Kalalo: Sulut Berkomitmen Ciptakan Generasi Sehat dan Hebat Demi Indonesia Unggul

47

Kadis Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MSc PH memberikan amanat saat upacara HKN ke-55 di Dinkes Sulut, pagi tadi.
MANADO-Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara memperingati puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) dengan upacara di Kantor Dinkes Sulut, Selasa (12/11/2019).
Dalam sambutan Menteri Kesehatan RI Dr dr Terawan Agus Putranto SpRad(K) yang dibacakan Kadis Kesehatan dr Debie Kalalo MSc PH, kita diajak bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa.
Karena telah memberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-55 pada tanggal 12 November 2019.
Melalui tema Hari Kesehatan Nasional ke 55 kali ini yaitu “Generasi Sehat Indonesia Unggul, sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Presiden dalam pelantikan Kabinet Indonesia Maju 2020-2024, bahwa perhatian pemerintah dalam kurun lima tahun mendatang, diprioritaskan pada pembangunan Sumber Daya Manusia.
Menegaskan arahan Presiden Republik Indonesia, ada dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun SDM yang berkualitas, yaitu “Stunting” dan “Jaminan Kesehatan Nasional.”
Sementara ada dua isu kesehatan lainnya yang juga harus diatasi. Yaitu tingginya harga obat dan alat kesehatan, serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri.
Hal-hal tersebut akan menjadi fokus perhatian kita bersama untuk dapat segera diupayakan solusinya. Berbagai keberhasilan pembangunan kesehatan untuk pembangunan SDM telah diraih dari kinerja kabinet lalu.
Ditandai dengan adanya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia setiap tahun. Di mana salah satu parameter yang diukur adalah “Usia Harapan Hidup”.
Isu-isu strategis telah dilaksanakan dan menghasilkan perbaikan. Antara lain dengan menurunnya angka kematian ibu dan anak, menurunnya angka stunting, meningkatnya cakupan imunisasi serta berhasilnya pengendalian penyakit menular dengan menurunnya angka TB.
Suasana upacara HKN ke-55 di lingkup Dinkes Sulut.
Suasana upacara HKN ke-55 di lingkup Dinkes Sulut.
“Terima kasih, dalam kurun waktu 5 tahun angka Stunting telah berhasil diturunkan hampir 10%,” ujarnya.
Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN telah dilaksanakan sepenuhnya. Walau besar tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan JKN ini, peningkatan pemanfaatan JKN menjadi bukti bahwa JKN sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.
Untuk itu, mari kita cari solusi bagaimana mengatasi masalah yang dihadapi saat ini dalam memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih adil dan merata.
Pada lima tahun masa tugas Kabinet Indonesia Kerja 2015-2019, pembangunan kesehatan telah memperjuangkan tiga pilar yaitu “paradigma sehat”, “penguatan akses pelayanan kesehatan”, dan “penyediaan biaya Jaminan Kesehatan Nasional”.
Di mana mengusung kegiatan promotif dan preventif melalui beberapa program unggulan bidang kesehatan. Seperti GERMAS atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, PIS-PK atau Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, dan Nusantara Sehat.
Kita patut berbangga bahwa pembangunan kesehatan dalam lima tahun terakhir ini kian dirasakan manfaatnya.
Namun, kita juga tidak dapat menutup mata terhadap berbagai permasalahan yang masih ada dalam proses pembangunan kesehatan di tanah air.
Kita masih dihadapkan pada kompleksitas masalah Stunting, JKN, serta penyediaan pelayanan kesehatan dasar.
Betapapun, pemerintah sudah senantiasa responsif dalam memecahkan masalah-masalah tersebut selaras dengan tuntutan masyarakat. Kita juga masih dihadapkan pada kesulitan menyediakan obat dan alat kesehatan produk lokal yang murah dan berkualitas.
Dalam pelaksanaan tata kelolanya, saya minta pembangunan kesehatan di daerah serta pemanfaatan anggaran harus dilaksanakan dan dikelola secara baik, benar dan bertanggung jawab, akuntabel, transparan serta sistem monitoring evaluasi yang ketat.
Dalam perspektif saat ini, pembangunan kesehatan menekankan dua penguatan. Yaitu optimalisasi inovasi layanan kesehatan dan harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan.
Optimalisasi inovasi layanan kesehatan dimaksudkan untuk mengefisiensikan tindakan-tindakan yang mahal, dengan mengoptimalkan inovasi pelayanan kesehatan dan penyediaan obat dan alat kesehatan produk lokal dalam negeri tanpa mengurangi kualitas dan mutu.
Sementara harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan terkait konektivitas antar kementerian dan lembaga, lintas sektor maupun unit-unit kerja lintas program terkait lebih ditingkatkan. Agar tidak terjadi tumpang tindih sehingga fokus pada pemecahan masalah kesehatan.
Kadis Kesehatan Sulut bersama jajaran dan para undangan.
Kadis Kesehatan Sulut bersama jajaran dan para undangan.
Tentu, semua itu membutuhkan dedikasi dan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam sektor kesehatan di tingkat pusat dan daerah.
Melalui momentum Hari Kesehatan Nasional ini, marilah kita konsentrasikan segenap potensi kekuatan dan kebersamaan kita untuk menitikberatkan pembangunan generasi sehat yang dilandasi tekad untuk memajukan bangsa.
Untuk itu, saya berharap kita dapat bekerjasama dengan baik dalam melakukan upaya-upaya inovasi untuk percepatan pembangunan kesehatan tanpa menyalahi aturan yang berlaku.
Sesuai amanat Presiden, khususnya dalam mengentaskan stunting dan memperbaiki layanan kesehatan, membenahi tata kelola BPJS Kesehatan, serta penyediaan obat dan alat kesehatan lokal yang murah berkualitas.
Apa yang sudah dirintis sebelumnya kita lanjutkan dan tingkatkan. Saya optimis kita dapat mewujudkan SDM unggul Indonesia maju seperti yang diharapkan oleh Presiden dan oleh kita semua.
“Kita berharap, Generasi Sehat yang kita perjuangkan bersama dapat menjadi SDM Unggul yang akan mengisi 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045, bertepatan saat bonus demografi untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara yang maju, makmur dan sejahtera. Selamat Hari Kesehatan Nasional,” pungkasnya.
Ikut pada upacara tersebut, Pimpinan BPJS Kesehatan Divisi Regional Sulutgomalut, jajaran Dinkes Sulut, organisasi profesi, serta para mahasiswa.

by :Harry p

Diambil dari SulutAktual

dr Debie Kalalo: Sulut Berkomitmen Ciptakan Generasi Sehat dan Hebat Demi Indonesia Unggul

print