Berita Terbaru
Loading...

ISU STRATEGIS

ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN
TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN
PROVINSI SULAWESI UTARA

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Dan Funfsi Pelayanan Dinas Kesehatan
 Analisis isi-isu strategis yang terkait dengan pembangunan kesehatan di daerah Provinsi Sulawesi Utara didasarkan pada dinamika perubahan lingkungan strategis yang berpengaruh terhadap program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, meliputi:

1. Angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi masih tinggi. Angka kematian ibu tahun 2005 adalah 150/100000 KH pada tahun 2009 , kemudian terjadi peningkatan pada Tahun 2010 menjadi 183/100000 KH. Sedangkan Angka Kematian Bayi pada tahun 2005 26,6/1000 KH menurun menjadi 25/1000 KH.
2. Masih tingginya angka penyakit menular utamaya AIDS, Malaria, TBC, sementara penyakit tidak menular atau degenerative mulai meningkat, disamping itu telah timbul pula berbagai penyakit baru (new and re-emerging diseases). Penanggulangan penyakit Malaria,HIV/AIDS dan TB masih perlu mendapat perhatian dan penanganan. Penyakit TB dan HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es (Iceberg Fhenomen) hingga saat ini. Total kasus HIV/AIDS di Provinsi Sulawesi Utara adalah sampai akhir tahun 2009 adalah 613 kasus dengan perincian 240 kasus HIV dan 373 kasus. Adapun dari 613 penderita yang sudah meninggal sebanyak 96 kasus atau masih ada 517 penderita yang masih hidup. Penderita TB Case Notification Rate pada tahun 2006 yaitu 190 kasus, tahun 2007 menurun yaitu 163 kasus. Untuk Case Detection Rate (CDR), tahun 2007 yaitu 90 kasus, tahun 2008 mengalami penurunan menjadi 85 kasus dan tahun 2009 yaitu 80 kasus. Selain upaya deteksi Tuberculosis, penanganan melalui berhasilnya suatu pengobatan juga penting dilakukan. Hasil pengobatan (Cure Rate) penderita baru BTA (+) pada tahun 2009 yaitu 88%.
trend penyakit malaria dari presetase kematian yang disebabkan oleh malaria diantara semua kasus malaria yang rawat inap yaitu 0,69 % tahun 2007 meningkat 0,64 tahun 2008 dan menurun 0,44 pada tahun 2009.
Penyakit malaria sendiri telah menjadi perhaian di dunia dan di Indonesia karena kejadiannya merupakan kejadian luar biasa. Di Sulawesi Utara angka kejadian penyakit malaria di beberapa wilayah masih tinggi terutama kabupaten kepulauan Sangihe 3315 kasus terendah di Tomohon 128 kasus. Dari sejumlah kasus malaria klinis rata-rata selama 5 tahun terakhir (tahun 2005-2009) hanya 35.5 persen yang diperiksa, dengan hasil positf (slide positive rate) sebesar 52,5 persen yang diperiksa, dengan Sulawesi Utara tahun 2005 dari 7 meningkat terus hingga  tahun 2009 yaitu menjadi 60,5. Kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulawesi Utara  juga masih cukup tinggi yaitu dari bulan Januaris/d Desember 2009 jumlah kasus DBD di Sulawesi utara yaitu 1616 kasus dengan kematian akibat DBD berjumlah 20 kematian (Incidence rate (IR= 72,9 % dan Case Fatality Rate (CFR) = 1,24).
3. Disparitas status kesehatan yang berbeda antara kabupaten/kota masih cukup lebar terutama di DPTK.
4. Penyebaran SDM Kesehatan belum merata. Tenaga-tenaga kesehatan masih terpusat di daerah perkotaan. Dibeberapa daerah kabupaten kota/pemekaran masih terdapat kekurangan tenaga dokter umum dan dokter spesialis terutama kabupaten kota pemekaran. Upaya yang telah dilakukan sampai saat ini yaitu adanya pemenuhan melalui program dokter / dokter gigi / dokter spesialis PTT. Program pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan untuk daerah terpencil, tertinggal, dan pembatasan juga telah diupayakan.
5. Jumlah Sarana dan prasarana yang ada telah memadai  namun kualitas belum memenuhi standar dan belum merata.
6. Kasus balita gizi kurang masih ada.
7. Biaya  kesehatan meningkat secara signifikan sehingga menyulitkan masyarakat “hamper miskin” yang tidak mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) untuk mengakses pelayanan kesehatan yang baik.
8. Alokasi Jamkesmas sering belum tepat sasaran sehingga banyak masyarakat yang berhak tidak memperolehnya, sebaliknya masyarakat yang tidak berhak mendapatkannya.
9. Minat tenaga medis, khusus tenaga ahli untuk ditempatkan di daerah-daerah kecil atau terpencil masih kurang.
10. Berbagai jenis penyakit baru muncul sebagai akibat perubahan gaya hidup dan pencemaran lingkungan maki meningkat.
11. Kesadaran akan pola hidup sehat dan sanitasi lingkungan pada sebagian masyarakat terutama di kalangan berpendidikan rendah, miskin, dan menempati daerah kumuh masih rendah.

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara

 Dengan mempertimbangkan kemajuan yang telah dicapai pada periode 2005-2010 memperhatikan hasil telaahan visi, misi yang tertuang di dokumen RPJMD, Visi dan Misi Gubernur Provinsi Sulawesi Utara “Mewujudkan Provinsi Sulawesi Utara yang Bardaya Saing dan Sejahtera”. Untuk mewujudkan visi tersebut sesuai dengan harapan terwujudnya “Rakyat Sulawesi Utara yang Berbudaya, Berdaya Saing, dan Sejahtera” , maka ditetapkan “Misi” Sulawesi Utara 2010-2015 sebagai upaya dalam mewujudkan visi, sebagai berikut:

1 . Sulawesi Utara  yang Berbudaya :
a. Menegakkan prinsip-prinsip demokrasi, supremasi hokum, keadilan, dan hak asasi manusia dan kesetaraan gender serta memantapkan landasan etik dan moral untuk mewujudkan kondisi aman,damai, nyaman, tertib, dan disiplin
b. Mengembangkan kebudayaan dan berbagai potensi alam daerah sebagai bagian dari warisan dunia.

2 . Sulawesi Utara yang Berdaya Saing:
a. Memantapkan penerapan Clean Government dan Good Government yang bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme serta melaksanakan pelayanan public yang optimal .
b. Mewujudkan masyarakat yang sehat, memiliki harapan hidup yang panjang, cerdas, berdaya saing tinggi, dan berprestasi.
c. Memberdayakan pelaku bisnis dalam kegiatan ekonomi global, regional, dan lokal yang berbasiskan pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan pacific
d. Meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, dan menjamin kebebasan pers  yang bertanggung jawab.
e. Meningktkan pembangunan di kawasan perbatasan
f. Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai Pintu Gerbang Indonesia ke Asia Timur dan Pasific
g. Meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sulawesi Utara dan Indonesia Timur Bagian Utara.
h. Meningkatkan kerjasama lokal, nasional, dan internasional.
i. Memantapkan revitalisasi pertanian, perikanan, dan fasilitan penunjang perekonomian daerah
j. Menyediakan infrasrtuktur publik yang memadai.
3 . Sulawesi Utara yang Sejahtera:
a. Mengelola sumber daya alam secara efektif, efisien, berkelanjutan, dan melestarikan lingkungan hidup serta melakukan upaya adaptasi dan mitigasi terhadap akibat-akibat perubahan iklim.
b. Melaksanakan penataan kelembagaan dan pelaksanaan sintem perlindungan social dengan memperhatikan kepentingan kaum perempuan, anak, dan lanjut usia.
c. Menigkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat (petani, nelayan, buruh, dan pegawai).

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Copyright © 2013 Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara All Right Reserved by datalinkDigital