Berita Terbaru
Loading...

Terbaru

12 October, 2016
PENGUKUHAN BPRS PROVINSI SULUT

PENGUKUHAN BPRS PROVINSI SULUT

BPRS (Badan Pengawas Rumah Sakit) Provinsi Sulawesi Utara dikukuhkan pada hari ini di Ruang C.J Rantung Kantor Gubernur Prov. Sulut. Pengukuhan yang dilakukan oleh Sekretaris Provinsi Sulut yang baru  yakni Bpk Edwin Silangen, SE MS. mewakili Gubernur Sulawesi Utara. 
Kepala Dinas Kesehatan Prov Sulut dr. Jemmy J.R. Lampus, MKes dalam laporannya mengatakan bahwa pengukuhan BPRS ini mengacu pada UU RI No 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, di mana pada Pasal 59 mengatakan bahwa BPRS dapat dibentuk di tingkat provinsi oleh gubernur dan bertanggung jawab kepada Gubernur,  dengan tugas-tugasnya : 
a.  mengawasi dan menjaga hak dan kewajiban pasien di wilayahnya;
b. mengawasi dan menjaga hak dan kewajiban Rumah Sakit di wilayahnya;
c. mengawasi penerapan etika Rumah Sakit, etika profesi, dan peraturan perundang-undangan;
d. melakukan pelaporan hasil pengawasan kepada Badan Pengawas Rumah Sakit Indonesia;
e. melakukan analisis hasil pengawasan dan memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah untuk
digunakan sebagai bahan pembinaan; dan
f. menerima pengaduan dan melakukan upaya penyelesaian sengketa dengan cara mediasi.

Di akhir laporannya Kadis berharap BPRS Sulut dapat mendukung peningkatan pembangunan kesehatan di bumi nyiur melambai ini.
Seiring dengan itu, Sekprov Sulut dalam sambutannya mengatakan agar BPRS yang sudah dikukuhkan dapat mengerjakan tugas dan wewenang sesuai dengan amanat UU, dan dapat rutin melaporkan hasil kerjanya kepada Gubernur melalui Sekprov demi terwujudnya  Sulut Sehat dan Sulut Hebat.



PELANTIKAN PENGURUS YAYASAN JANTUNG INDONESIA CABANG SULUT

PELANTIKAN PENGURUS YAYASAN JANTUNG INDONESIA CABANG SULUT


Hari jantung sedunia dirayakan setiap tahun pada tanggal 29 September. Tahun 2016 ini, tema yang diangkat adalah "Heart Healthy Environtment" atau Lingkungan Sehat Bagi Jantung, hal ini bertujuan menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler bagi individu, keluarga dan orang sekitar. 
Dalam rangka mengendalikan peningkatan kejadian penyakit, kematian dan kecacatan yang disebabkan penyakit kardiovaskuler, perlu dilakukan upaya pencegahan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dengan mengenali gejala dan risiko penyakit kardiovaskuler sehingga dapat menentukan langkah-langkah pencegahaan yang tepat. 
Hal ini yang sedang dilakukan oleh  pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) baik di pusat maupun di daerah bagi tercapainya tujuan menurunkan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah di setiap provinsi. 
Di Provinsi SULUT telah dibentuk pengurusnya dan dilantik pada hari Selasa tanggal 11 Oktober 2016 di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut oleh Ketua Umum Pusat YJI disaksikan Oleh Wakil Gubernur Prov Sulut Drs Steven O. Kandouw, Kepala Dinas Kesehatan beserta pejabat di lingkungan Pemprov Sulut. 
Adapun pengurus YJI cabang Sulut diketuai oleh  Ibu dr. Kartika Devi Tanos, MARS yang kesehariannya sebagai ibu Wakil Gubernur Prov Sulut dan sebagai Kepala UPTD Balai Data, Surveilans dan SIK Dinkes Prov. Sulut.  Dalam kepengurusan cabang prov Sulut ini dilengkapi dengan wakil, sekretaris serta beberapa bidang.
.
Menurut Pusdatin Kemenkes, ada lebih dari  36 juta orang yang meninggal setiap tahunnya karena penyakit tidak menular (PTM) atau 63 % dari seluruh kasus kematian. dan penyebab penyakit PTM terbesar adalah menyakit kardiovaskuler. kematian akibat penyakit kardiovaskuler terutama karena penyakit jantung koroner dan stroke diperkirakan akan terus meningkat  mencapai 23,3 juta kematian di tahun 2030. 
Dari data yang ada, pada tahun 2013 prevalensi hipertensi pada umur di atas 18 tahun di Indonesis, ternyata Prov.Sulut menduduki ranking tertinggi. Selain itu prevalensi penyakit jantung koroner, gagal jantung dan stroke di beberapoa provinsi, Sulawesi dan kalimantan yang tertinggi.


Ada beberapa faktor resiko penyakit jantung yang terdiri dari faktor resiko termodifikasi dan tidak termodifikasi. faktor resiko yang tidak termodifikasi adalah :
  1. riwayat keluarga
  2. umur
  3. jenis kelamin
  4. obesitas
 sedangkan yang dapat dimodifikasi adalah
  1. hipertensi
  2. diabetes militus
  3. dislipidemia
  4. kurang aktifitas fisik
  5. diet tidak sehat
  6. stres.
Masyarakat diharapkan dapat melakukan prilaku sehat  : "CERDIK' yakni :
C : Cek Kesehatan secara Berkala
E : Enyahkan Asap Rokok
R : Rajin Aktifitas Fisik
D : Diit Sehat dengan Kalori Seimbang
I : Istirahat yang Cukup
K : Kelola Stress.

Dalam pelantikan pengurus YJI Sulut, Wakil Gubernur : Drs Steven O. Kandouw memberi sambutan yang intinya medukung sepenuhnya yayasan jantung Indonesia dan akan membantu semua program yayasan sesuai regulasi,  demi terwujudnya Sulut yang hebat karena msyarakatnya sehat.

by : tfs
VIDEO CONFERENCE DALAM RANGKA HARI PENGLIHATAN SEDUNIA 2016

VIDEO CONFERENCE DALAM RANGKA HARI PENGLIHATAN SEDUNIA 2016

Pada hari Senin 10 Oktober 2016 kemarin, Kemenkes RI melalui Dirjen P2P menggelar acara video conference dalam rangka peringatan Hari Penglihatan Sedunia tahun 2016.  Vidcon ini dipimpin langsung oleh Ibu Menteri Kesehatan Prof. Dr. Nila Moeloek SpM. dengan pesertanya  dari 5 provinsi yakni Dinkes Sulut, Dinkes NTB, Dinkes Kep. Riau, Dinkes Jabar dan Dinkes Kalbar.
Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memperingatai hari penglihatan sedunia   sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menurunkan angka gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia.
Kegiatan vidcon ini dilakasanakan selama sekitar 1 jam dengan berdialog mengenai kesiapan ke 5 provinsi termasuk di dalamnya Prov Sulut dalam upaya penangulanan gangguan penglihatan kepada

masyarakat.
Kepala dinas Kesehatan Prov. Sulut  mengatakan bahwa upaya penanggulanan gangguan penglihatan di Prov Sulut sudah sejakj dahulu diselenggarakan, dalam hal ini menjadi tupoksi dari UPTD BKMM (Balai Kesehatan Mata Masyarakat) dan dalam rangka hari penglihatan sedunia ini telah dilaksanakan kegiatan dengan  tajuk "Gerakan Sejuta Kaca Mata". kegiatan ini dilaksanaakn dengan menjaring anak-anak sekolah yang mengalami gangguan penglihatan, dan memberikan kaca mata secara gratis bagi anak SD, SMP dan SMU dengan harapan bahwa anak-anak yang duduk di bangku sekolah ini akan mampu belajar dengan efektif karena telah menggunakan alat bantu penglihatan. 
Di lain kegiatan pula telah dilaksanakanm promosi kesehatan mata bagi masyarakat terkait upaya penanggulangan dan pencegahan gangguan penglihatan.
kegiatan vidcon ini menghadirkan perwakilan anak2 siswa  yang mendapatkan batuan kaca mata.



28 September, 2016
WASPADA PENYAKIT RABIES

WASPADA PENYAKIT RABIES

Tanggal 28 September diperingati sebagai Hari Rabies Sedunia, yang dipromotori dan dikampanyekan oleh sebuah oranisasi bernama Alliance For Rabies Control (ARC). Peringatan hari rabies sedunia ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, meningkatkan pengendalian dan meningkatkan pencegahan penyakit rabies.

Gerakan Hari Rabies Sedunia yang ditetapkan pada tanggal 28 September, pertama kalinya dicanangkan dan diperingati pada tahun 2007. Pada saat itu, berbagai kegiatan dilaksanakan seperti: klinik vaksinasi, lomba lari, parade, seminar pendidikan, festival dan pawai. Kegiatan ini mendapat respon dan partisipasi lebih dari 400.000 orang dari 74 negara. Ini menandakan bahwa adanya pengakuan luas dari masyarakat dunia akan pentingnya tindakan dan pengendalian terhadap penyakit yang dapat mematikan tersebut.
Di dunia, kasus kematian akibat rabies cukup tinggi. Di Asia terjadi 50.000 kematian per tahun, India 20.000-30.000 kematian per tahun, China rata-rata 2.500 kematian per tahun,  Vietnam 9.000 kematian per tahun, Filipina 200 – 300 kematian per tahun dan Indonesia selama 4 tahun terakhir rata-rata sebanyak 143 kematian per tahun. Demikian informasi yang diperoleh dari Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung priok Kementerian Pertanian Indonesia.
Di Provinsi Sulawesi Utara sendiri, kasus kematian karena Rabies untuk tahun 2016 sampai hari ini  mencapai 20 orang, berdasar data yang diperoleh dari Bidang PMK (Penanggulangan Masalah Kesehatan) Dinas Kesehatan Provinsi Sulut. dengan GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies) mencapoai  2804 kasus menurut data dari SKDR online. 
Kepala Dinas Kesehatan, melalui Kepala Bidang PMK Dinkes Provinsi ; dr Hendrik Tairas pada kegiatan apel kerja ASN di Lingkungan  DinKes Prov Sulut hari ini menyatakan  agar masyarakat khususnya di Sulawesi Utara untuk selalu  waspada terhadap gigitan anjing atau hewan penular rabies lainnya. jika terjadi kasus gigitan anjing, agar segera melaporkan ke petugas kesehatan terdekat atau sarana pelayanan kesehatan terdekat, untuk mendapatkan penanganan segera. jangan menunggu kalau gejala sudah timbul, karena bisa berakibat fatal atau kematian. 
masyarakat diingatkan untuk melakukan pencegahan penularan rabies dengan langkah :
1. Hewan penular rabies hendaknya diberikan vaksin rabies secara teratur setiap tahun.
2.Bila anjing akan dibawa keluar rumah, sebaiknya dalam keadaan terikat dengan menggunakan rantai yang panjangnya tidak lebih dari 2 meter dan memakai berangus (penutup mulut anjing yang terbuat dari kulit )
3. Anjing, kucing, kera jangan dilepas keluar pekarangan.
Tairas juga mengatakan agar semua petugas kesehatan dapat mempromosikan bagaimana penanggulangan dan penanganan penyakit rabies kepada masyarakat, baik di pertemuan-pertemuan kemasyarakatan atau agama agar kasus kematian karena rabies dan GHPR tidak akan meningkat.

By : Tfs
27 September, 2016
IBADAH RUTIN DINKES PROV. SULUT DIGELAR HARI INI.

IBADAH RUTIN DINKES PROV. SULUT DIGELAR HARI INI.

Semangat beriman bagi ASN harus senantiasa ditingkatkan, karena dengan ketakwaan kepada Tuhan, maka etika, moral dan disiplin akan senantiasa hadir bagi ASN yang melakukannya. 
Kegiatan ibadah bagi kaum Kristiani kembali digelar di Ruangan Sekretariat Lantai 2 Dinkes Prov Sulut hari ini. Kegiatan yang dipimpin oleh Pdt.John Tilaar, STh. MSi (Ketua Jemaat Zaitun Mahakeret) mengingatkan para ASN agar sebisanya meninggalkan kebiasan-kebiasaan yang buruk, tidak baik dan tidak benar dan berusaha melakukan hal-hal yang baik, benar dan berkenan di mata Tuhan. hendaklah ASN yang percaya menjadi batu penjuru dan bukan menjadi batu sandungan. hendaknya keteladanan Kristus, juga akan mampu diteladankan oleh setiap anak-anak Tuhan yang ditempatkan Tuhan di institusi ini. Memang harus diakui bahwa manusia tidak akan mampu melakukan apapun dalam dunia, namun jika terus mengandalkan dan berserah pada Tuhan, maka Tuhan jua yang akan memampukan manusia untuk dapat melakukan apa yang diinginkan.




By : Tfs

Main Post

Copyright © 2013 Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara All Right Reserved by datalinkDigital